Inisiatif Pengembangan Talenta Digital
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) baru saja melaksanakan jalinan kerja sama dengan Asosiasi Pengembangan Talenta Digital Indonesia (APTDI) untuk meningkatkan pengembangan talenta digital di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mencapai Visi Indonesia Digital 2045.
Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo), Nezar Patria, menyampaikan harapannya bahwa kerja sama ini bisa menjadi langkah awal kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan ekosistem pengembangan talenta digital di Indonesia. Dalam sebuah acara yang berlangsung di Markas Indonesia, Midpoint Place, Tanah Abang, Jakarta Pusat (22/07), Wamenkominfo menekankan pentingnya percepatan pengembangan talenta digital untuk memenuhi kebutuhan masa depan.
Tantangan dan Target 2030
Berdasarkan perhitungan Kominfo, untuk bisa menggenjot ekonomi digital yang berkelanjutan maka Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital pada tahun 2030 mendatang. Wamenkominfo mengingatkan bahwa tahun 2030 tidak jauh lagi, hanya sekitar enam tahun ke depan. Oleh karena itu, semua pihak diharapkan untuk mempercepat proses upskilling dan reskilling talenta digital agar dapat menghadapi dinamika pasar dan pertumbuhan baru yang akan muncul.
Nezar Patria turut menekankan pentingnya penguasaan teknologi-teknologi kunci seperti kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), pembelajaran mesin (machine learning), komputasi awan (cloud computing), dan Internet of Things (IoT). Selain itu, kebutuhan akan talenta di bidang keamanan siber juga semakin mendesak seiring dengan meningkatnya insiden siber yang menyerang korporasi dan lembaga negara di tingkat global.
Pentingnya Kolaborasi untuk Masa Depan
Menurut Wamenkominfo, tantangan di tahun 2030 akan semakin besar karena persaingan geopolitik global dan kompetisi antar industri digital yang semakin ketat. Oleh karena itu, kerja sama dengan APTDI diharapkan dapat memperkuat strategi nasional untuk berkompetisi secara global di masa depan. Wamenkominfo menyatakan keyakinannya bahwa kerja sama ini akan membawa Indonesia menuju "Indonesia Emas 2045."
Kesamaan Tujuan Kolaborasi dengan Visi Misi PADIPI
Persatuan Ahli Digitalisasi Pajak Indonesia (PADIPI) juga memandang pentingnya inisiatif ini sebagai bagian dari visinya untuk mendukung dunia keprofesian pajak yang mahir dan fasih teknologi. Visi PADIPI adalah menjadi perkumpulan profesional pelaksana digitalisasi pajak pertama dan utama di Indonesia. Dengan demikian, PADIPI bertekad untuk mendukung kepentingan seluruh pemangku kepentingan perpajakan di Indonesia.
Misi PADIPI mencakup pengembangan profesional pelaksana digitalisasi pajak yang handal berbasis teknologi terkini, memberikan masukan kebijakan kepada pemerintah, serta menjadi wadah diskusi untuk meningkatkan solusi kemudahan layanan pajak melalui media teknologi. Kerja sama APTDI dengan Kominfo ini sejalan dengan misi PADIPI yang mengedepankan kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan perpajakan guna meningkatkan kualitas penerimaan negara.
Menyongsong Era Digital
Indonesia sedang berada di persimpangan penting dalam sejarah pengembangan digitalnya. Kolaborasi antara Kominfo dan APTDI adalah langkah strategis yang diharapkan dapat membawa Indonesia lebih dekat ke tujuan jangka panjangnya. Dengan dukungan dari PADIPI dan berbagai pihak lainnya, Indonesia siap menghadapi masa depan era digital yang penuh tantangan.
Postingan Terbaru


