
Reformasi digital telah mengubah segala bidang kehidupan kita, mulai dari cara berkomunikasi, cara bekerja, cara berbelanja hingga cara melakukan bisnis. Adanya digitalisasi memungkinkan proses bisnis seperti pengumpulan, penyimpanan, dan pengolahan data yang lebih mudah dan cepat. Reformasi digital juga terjadi di negara Indonesia dan terus mengalami perkembangan yang pesat.
Dalam upaya untuk mendorong digitalisasi tersebut pemerintah Indonesia melakukan berbagai cara seperti inisiatif nasional 1.000 startup digital, Gerakan nasional 100 smart city dan lain-lain. Digitalisasi telah melingkupi berbagai sektor dan bidang yang ada sebagai langkah untuk berjalan bersama dengan teknologi. Salah satu bidang yang juga turut serta adalah bidang pajak.
Namun sistem perpajakan yang ada saat ini masih kesulitan dalam hal memverifikasi informasi, risiko manipulasi data, serta tingkat transparansi yang masih rendah dalam proses perpajakan. Hal ini tentunya akan menghambat pembangunan ekonomi yang berkelanjutan sesuai dengan bunyi Sustainable Development Goals (SDGs) yang ke-8. Oleh karena itu, inovasi teknologi menjadi salah satu alternatif yang bisa dilakukan. Salah satu teknologi yang berpotensi diterapkan adalah teknologi Blokchain.
Mengenal Teknologi Blockchain
Menurut Yayman dalam penelitiannya di tahun 2021, teknologi blockchain adalah teknologi yang terdiri dari database blok tersebar yang berisi informasi yang dienkripsi dengan algoritma khusus yang disebut hash, untuk memungkinkan pemantauan data. Penelitian yang sama juga mendefinisikan Blockchain sebagai teknologi transmisi data yang aman dengan database terfragmentasi yang terus berkembang di mana catatan dihubungkan dengan elemen terenkripsi.
Blockchain juga dikenal sebagai sistem digital yang memungkinkan transaksi internet tercatat dengan menambahkannya bersama-sama seperti cincin rantai dan melalui jaringan digital yang terhubung ke jutaan komputer, itulah sebabnya hampir tidak mungkin untuk menghapus, meretas, meniru atau menghilangkan data Blockchain. Teknologi Blockchain telah banyak dikenal utamanya sebagai akar dibalik Cryptocurrency seperti Bitcoin.
Kelebihan Blockchain
Penelitian yang dilakukan oleh Suryawijaya (2023) memberikan beberapa gambaran tentang kelebihan yang dimiliki blockchain antara lain meliputi:
- Meningkatkan keamanan data. Blockchain dapat digunakan untuk meningkatkan keamanan data sebab setiap node dalam jaringan akan memverifikasi terlebih dahulu setiap kali terjadi transaksi baru sebelum dimasukkan ke blockchain. Apabila terdapat indikasi untuk memanipulasi data dalam satu blok, maka seluruh blockchain akan terpengaruh dan akan ditolak oleh node lain di jaringan. Dengan demikian, blockchain aman dari risiko manipulasi data oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.
- Memiliki sistem enkripsi yang kuat. Blockchain memiliki sistem enkripsi yang kuat dimana setiap data yang disimpan dididalamnya dienkripsi dan hanya bisa diakses oleh pemakai yang memiliki kunci enkripsi. Maka dapat dipastikan bahwa data yang disimpan di blockchain tidak dapat dibaca oleh pihak yang tidak memiliki kunci enkripsi sehingga meningkatkan keamanan data.
- Transparansi. Blockchain memiliki sifat transparan yang sangat diperlukan dalam konteks transformasi digital. Dalam setiap transaksi di dalam teknologi ini dapat diakses oleh pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi tersebut. Ini menandakan bahwa setiap transaksi yang dilakukan di blockchain dapat dipantau oleh pihak yang berkepentingan untuk meningkatkan kepercayaan dan mengurangi risiko penipuan.
- Sulit Dimanipulasi. Lin & Liao (2017) dalam penelitiannya menyebutkan, Blockchain sulit dimanipulasi karena setiap blok atau transaksi di dalamnya saling terkait dengan blok sebelumnya atau setelahnya secara kronologis.
- Efisiensi waktu & biaya. Dengan adanya blockchain dapat mempercepat waktu pemrosesan transaksi dan meminimalkan biaya yang terkait dengan transaksi. Sistem verifikasi dan validasi dalam blockchain juga sangat cepat dan efisien. Proses tidak mengharuskan adanya perantara atau pihak ketiga seperti bank atau lembaga keuangan lainnya.
Penggunaan Teknologi Blockchain dalam Sistem Perpajakan
Penelitian Kim pada tahun 2021 mengungkap bahwa dalam sistem perpajakan, teknologi blockchain dapat digunakan dalam hal verifikasi identitas wajib pajak serta membangun register transaksi pajak. Verifikasi identitas merupakan hal yang krusial untuk memastikan keabsahan dan menghindari dari tax evasion. Pemanfaatan blockchain berpotensi meningkatkan keamanan dan efisiensi dalam verifikasi identitas wajib pajak. Identitas wajib pajak tersebut dapat disimpan secara terenkripsi dalam blok yang terkait. Dalam teknologi blockchain, setiap blok dalam akan berisi informasi detail mengenai transaksi seperti data transaksi, tanda waktu, dan kaitannya terhadap blok sebelumnya. Hal ini memastikan pencatatan transaksi yang akurat, tidak dapat diubah, dan dapat diverifikasi secara terbuka oleh semua pihak yang terkait.
Kesuksesan Implementasi Teknologi Blockchain dalam Sistem Perpajakan
Sebuah negara yang terkenal dengan inovasi digitalnya, Estonia menjadi salah satu contoh negara yang telah berhasil mengadopsi teknologi blockchain dalam berbagai bidang yang salah satunya adalah perpajakan. Estonia merupakan salah satu negara pelopor penerapan blockchain sebagaimana disebutkan Thomason et al., (2021). Pwc (2019) menyebutkan dengan program yang disebut e-residency, dengan memberikan identitas digital kepada WNA (Warna Negara Asing) yang memungkinkan mereka untuk membayar pajak dan melakukan transaksi perpajakan lainnya secara online. Hasilnya, penerapan blockchain memberikan dampak positif terhadap peningkatan efisiensid alam proses perpajakan di Estonia.
Berkaca dari banyaknya manfaat yang ditawarkan dalam pemanfaatan teknologi blockchain di dalam sistem perpajakan, bukanlah menjadi hal yang mustahil apabila Indonesia juga turut bersiap untuk mengadopsi teknologi tersebut ke dalam sistem perpajakan di Indonesia untuk menyokong efisiensi sistem perpajakan ke era digital. Namun, perlu diperhatikan juga tantangan serta kelemahan yang ditimbulkan agar penggunaan teknologi dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan, bukan sebaliknya.
Postingan Terbaru

