Perkembangan aplikasi dan teknologi jaringan internet saat ini terus berkembang pesat. Berbagai fitur layanan tersedia dalam jaringan internet, mulai dari web server, File Transfer Protocol (FTP), layanan E-mail, hingga fitur-fitur terkait transaksi online seperti E-Commerce, E-Banking, dan E-Government. Mengingat manfaat besar yang diberikan oleh internet dan sifatnya yang bersifat publik, diperlukan sistem keamanan yang kuat untuk melindungi informasi dari upaya pengrusakan oleh pihak-pihak seperti hacker dan cracker.
Salah satu bentuk serangan perusakan yang umum dilakukan adalah dengan mengganggu atau memutuskan ketersediaan informasi pada saat dibutuhkan, yang dikenal sebagai serangan Denial of Service (DoS). Proses serangan ini melibatkan pengiriman layanan permintaan yang palsu atau berlebihan secara terus-menerus ke server oleh penyerang yang menyebabkan server tidak mampu melayani permintaan lainnya bahkan menyebabkan kegagalan server. Jika serangan DoS dilakukan secara terdistribusi, serangan tersebut disebut sebagai serangan Distributed Denial of Service (DDoS).
Cara Kerja Serangan DoS dan DDoS
Penyerang DoS dan DDoS dapat mengendalikan beberapa mesin yang telah diretas menjadi zombie yang kemudian digunakan untuk mengendalikan mesin lainnya, kemudian membentuk serangan yang didistribusikan secara luas untuk meniadakan ketersediaan informasi dari korban.
Serangan DoS umumnya terjadi melalui jaringan, dengan target utama seperti situs web populer. Biasanya, situs web tersebut memiliki banyak hardware dan koneksi jaringan yang kuat, sehingga penyerang harus bekerja keras untuk menyerang. Dengan begitu, penyerang tidak hanya menggunakan satu host, tetapi menggunakan ratusan bahkan ribuan komputer untuk serangan yang terkoordinasi. Cara kerja serangan ini dikenal sebagai serangan DDoS. Dengan teknologi client/server, penyerang dapat mengendalikan ratusan bahkan ribuan komputer yang memiliki peran sebagai agen penyerangan. Efek dari serangan ini cenderung lebih berat pada IP Router atau akses internet yang tidak dapat diakses
Beberapa situs web yang sering diserang menggunakan prinsip DDoS antara lain Ebay, Amazon, Buy.com, CNN.com, dan Yahoo.com. Dampak dari serangan DDoS terhadap situs-situs tersebut sangat besar, bahkan menyebabkan kerugian finansial yang signifikan. Oleh karena itu, diperlukan teknik pencegahan yang efektif untuk mendeteksi dan mencegah serangan DDoS ini.
Serangan DoS & DDoS Pada Sistem Perpajakan
DoS dan DDoS juga dapat mengancam keamanan sistem perpajakan negara. Dilansir dari Viva.com, pada tahun 2018 lalu, Landelijke Eenheid Dienst Speciale Interventies (DSI) atau kepolisian unit kejahatan siber di Belanda menangkap seorang remaja laki-laki berusia 18 tahun akibat dicurigai telah melancarkan serangan siber ke otoritas pajak negara kincir angin tersebut menggunakan DDoS. Setelah ditangkap, ditemukan situs lain yang turut ikut diserang, mulai dari layanan internet Tweak, hingga sistem perbankan online Bunq.
Significant Cyber Incidents milik CSIS (Center for Strategic & International Studies) Polandia mengalami peretasan DDoS pada situs resmi layanan pajak negaranya dan menduga peretas berasal dari negara Rusia. Peretas memblokir akses para pengguna ke situs tersebut selama kurang lebih satu jam. Sebelum peretasan itu berlangsung, sebuah kelompok peretas pro-Rusia sempat menerbitkan pernyataan di Telegram tentang niat serangan layanan pajak Polandia.
Mengutip The Hindu Business Line, sebuah perusahaan solusi keamanan aplikasi Bernama Indusface menemukan lebih dari 1,6 miliar serangan siber di India pada kuartal kedua tahun 2023. Angka tersebut naik 70% dibandingkan kuartal sebelumnya. Peningkatan terbesar terjadi pada serangan DDoS yang dilaporkan dilakukan oleh 8 juta IP unik selama 14 hari. Lalu lintas serangan DDoS berkisar antara 3.000 – 14.000 kali lebih banyak dibandingkan lalu lintas harian di situs-situs target. Di laman berita itu juga disebutkan korban terbanyak serangan DDoS di tahun 2023 adalah India (135 juta serangan), Amerika Serikat (111 juta), Inggris (1,5 juta), dan Jerman (1 juta).
Sistem perpajakan suatu negara adalah bagian penting dari infrastruktur pemerintah yang mengelola proses pengumpulan pajak, pengolahan data pajak, dan layanan terkait lainnya. Serangan ini tentunya dapat menyebabkan gangguan serius dalam proses pelaporan, pengumpulan, serta pelayanan wajib pajak.
Cara Mencegah Serangan DDoS
Penting memahami mekanisme serangan, baik dari DoS maupun DDoS. Upaya penanggulangannya menjadi hal yang krusial mengingat frekuensi serangan yang semakin meningkat. Pengetahuan tentang cara mengatasi serangan DoS ini juga penting sebagai langkah pencegahan jika suatu saat bisnis kita, terutama yang berbasis digital menjadi target serangan tersebut.
Kunci dari pendeteksian dini dan pemulihan serangan adalah kesiapsiagaan. Microsoft Security dalam laman resminya membagikan cara mencegah serangan DDoS menggunakan perencanaan.
- Pengembangan Strategi DoS
Untuk mendeteksi, mencegah, dan mengurangi serangan DDoS, perusahaan dapat membuat strategi yang terarah untuk mengidentifikasi celah keamanan potensial dan nilai potensi ancaman yang kemungkinan dihadapi.
- Evaluasi Keamanan dan Perbaharuan Teknologi
Penting untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap sistem keamanan. Selain itu, perbaharuan perangkat lunak atau teknologi perlindungan yang digunakan sama pentingnya untuk dilakukan. Pastikan bahwa seluruh perangkat lunak dan teknologi berfungsi dengan optimal.
- Penetapan Tim dan Peran
Sebagai tindakan siaga terhadap serangan DDoS yang dapat terjadi kapan saja, perusahaan dapat menyiapkan tim khusus yang bertanggung jawab dalam menangani serangan. Setiap anggota tim juga perlu memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, baik sebelum dan saat menghadapi serangan.
Jenis Serangan Sistem IT Lainnya
Menurut buku Firewalls and Internet Security karya William R et al, serangan terhadap sistem IT (Information Technology) secara umum dapat dibagi ke dalam beberapa jenis berikut.
- Instrusion (Intrusi)
Biasanya serangan ini dilakukan oleh pihak yang tidak memiliki otoritas untuk mendapatkan akses ke dalam sistem. Tujuan dari serangan ini adalah mencapai akses ilegal ke dalam sistem, sering kali dengan maksud merusak sistem atau mengambil data rahasia.
- Pencurian Informasi
Serangan ini bertujuan untuk mengakses informasi yang memiliki batasan akses (restricted), terutama data yang bersifat sensitif.
- Modifikasi
Penyerang aktif berusaha untuk mengubah informasi yang tersimpan dalam sistem. Jenis serangan ini semakin umum, seperti upaya mengubah konten pada sebuah situs web.
Selain jenis serangan di atas, ada juga beberapa jenis serangan lain yang dapat membahayakan sistem IT (Information Technology), mengutip penjelasan dari lembaga IT CERT (Computer Emergency Response Team) dan NIST (National Institute of Standards and Technology).
- Malware
Jenis serangan ini meliputi virus, worm, trojan horse, ransomware, spyware, dan adware. Malware biasanya menyebar lewat email, situs web yang terinfeksi, atau menggunakan celah keamanan dalam sistem.
- Spoofing
Spoofing merupakan sebuah teknik di mana penyerang mencoba menyamar atau memalsukan identitas ataupun Alamat asli dari suatu entitas atau komunikasi. Contoh dari teknik ini adalah memalsukan alamat IP, alamat email, serta pembuatan web palsu yang mirip dengan situs asli.
- Man in the middle attacks (MITM)
MITM terjadi Ketika penyerang memasuki komunikasi antara dua pihak tanpa sepengetahuan mereka lalu memanipulasi atau mencuri data yang dikirimkan. Tujuannya untuk memata-matai ataupun memanipulasi data yang sedang dikomunikasikan atau dikirimkan. MITM sering ditemui di jaringan Wi-Fi publik, atau serangan phishing.
Postingan Terbaru


