
Dunia saat ini sedang mengalami digitalisasi dengan begitu cepat, dan metode autentikasi tradisional seperti kata sandi sekali pakai sering kali gagal menjaga keamanan data. Dengan kemajuan teknologi dan metodologi penipuan yang semakin canggih dan luas, verifikasi biometrik wajah telah muncul sebagai salah satu metode yang paling aman dan nyaman untuk memverifikasi identitas pengguna secara daring.
Apa itu Biometrik?
Biometrik adalah teknologi yang memanfaatkan data biologis unik untuk autentikasi. Biometrik mengidentifikasi individu melalui karakteristik fisik seperti sidik jari, pemindaian iris, pengenalan wajah, dan pola suara, atau ciri perilaku seperti irama mengetik dan gerakan tubuh. Berasal dari kata 'bio' yang berarti kehidupan dan 'metrik' yang berarti pengukuran, biometrik digunakan untuk identifikasi pribadi.
Data Biometrik Wajah Dalam Coretax
Saat ini Direktorat Jendral Pajak sedang di sibukkan dengan peluncuran teknologi terbarunya yaitu Coretax Administration System (CTAS). Dengan adanya teknologi terbaru ini, akan memudahkan wajib pajak untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya. Dalam salah satu aplikasi yaitu Taxpayer Account Management, nantinya wajib pajak perlu untuk melakukan aktivasi dengan data biometrik wajah. Hal ini dilakukan untuk mengetahui melalui wajah apakah foto wajib pajak sesuai dengan data-data yang sudah terdaftar.
Melindungi Data Biometrik Wajah dari Ancaman Cyber
- Proses aktivasi akun bagi wajib pajak di Coretax melibatkan verifikasi biometrik wajah yang mencocokkan foto pengguna dengan data dalam sistem Dukcapil. Hal ini memastikan bahwa hanya individu dengan nomor identifikasi yang valid yang dapat mengakses akun mereka.
- Coretax juga menerapkan enkripsi untuk melindungi data biometrik, memastikan bahwa meskipun data diakses, informasi tersebut tetap tidak dapat dibaca tanpa kunci enkripsi yang benar. Selain itu, langkah-langkah keamanan fisik diperkuat untuk mencegah akses tidak sah ke server dan data.
- Verifikasi juga dilakukan di cloud, bukan pada perangkat lokal. Dengan cara ini, jika perangkat pengguna disusupi, data biometrik tetap aman karena tidak tersimpan di perangkat. Hal ini mengurangi risiko kebocoran data akibat serangan ransomware atau akses tidak sah lainnya.
- Dengan memanfaatkan Pusat Operasi Keamanan (SOC), Coretax dapat mengkonsolidasikan lalu lintas dan mendeteksi pola serangan secara real-time. Hal ini memungkinkan sistem untuk belajar dari serangan sebelumnya dan memperbarui algoritme serta pertahanan dengan cepat untuk mengatasi ancaman baru.
- Coretax berkomitmen untuk mematuhi peraturan perlindungan data pribadi yang menyoroti pentingnya transparansi dalam penggunaan data biometrik. Ini termasuk memberi tahu individu tentang cara data mereka dikumpulkan, disimpan, dan digunakan dalam sistem.
Coretax bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi pengguna dan melindungi data biometrik wajah dari ancaman dunia maya yang terus berkembang.
Postingan Terbaru

