Taxpayer Account Management adalah sebuah sistem atau proses yang digunakan oleh lembaga pajak untuk mengelola informasi dan transaksi terkait dengan wajib pajak. Ini mencakup pendataan, pembayaran pajak, pelaporan, dan audit. Ketika digunakan dengan benar, sistem ini dapat menjadi alat yang efektif dalam mencegah dan mengatasi penipuan pajak.
Hal ini sesuai dengan penilaian dari Direktorat Jenderal Pajak terkait dengan pengembangan dari akun wajib pajak atau taxpayer account management (TAM) bahwa ini dapat menurunkan adanya fraud.
TAM yang memiliki berbagai fitur sesuai dengan kebutuhan wajib pajak dalam menjalankan kewajiban perpajakannya sehingga menjadi salah satu solusi bagi para wajib pajak. Aplikasi TAM ini juga sebagai sarana berinteraksi antara wajib pajak dengan DJP yang dapat dilaksanakan secara digital.
Fraud Dalam Pajak
Penipuan adalah tindakan yang tidak jujur atau menipu untuk memperoleh keuntungan secara ilegal atau merugikan pihak lain. Dalam konteks pajak, penipuan dapat terjadi ketika seseorang atau sebuah entitas dengan sengaja memberikan informasi yang salah atau menyesatkan kepada otoritas pajak untuk menghindari pembayaran pajak yang seharusnya mereka bayar. Minimnya interaksi secara langsung antar WP dan petugas pajak maka hal ini juga dapat meminimalisir adanya fraud.
Langkah DJP Dalam Pembaruan Sistem
Direktorat Jenderal Pajak melakukan pembaruan terkait dengan system inti dari administrasi perpajakan (PSIAP) atau yang dikenal juga dengan Coretax Administration System (CTAS). Pembaruan sistem ini tidak hanya memberikan keuntungan bagi otoritas saja, namun juga kepada wajib pajak dalam memudahkan untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya.
TAM menjadi salah satu aplikasi yang terdapat dalam CTAS. Dalam TAM, wajib pajak diberikan akses yang mudah untuk dapat menggunakan layanan secara digital tanpa perlu datang ke kantor pajak atau berinteraksi secara langsung dengan petugas pajak.
Hal ini semakin meyakini DJP bahwa ketika interaksi antara petugas pajak dengan wajib pajak semakin minim maka kesempatan dalam melakukan fraud akan semakin kecil bahkan akan mengurangi sama sekali.
Taxpayer Account Management (TAM) memiliki potensi besar untuk mengatasi penipuan pajak dengan berbagai cara seperti
- Pemantauan Real-time, TAM memungkinkan otoritas pajak untuk memantau aktivitas pajak secara real-time. Ini termasuk pengajuan pengembalian pajak, pembayaran, dan pelaporan. Dengan pemantauan ini, pola perilaku yang mencurigakan atau tidak biasa dapat diidentifikasi lebih cepat, sehingga langkah-langkah pencegahan dapat diambil lebih awal.
- Verifikasi Identitas, sistem TAM dapat menggunakan fitur verifikasi identitas yang ketat untuk memastikan bahwa informasi yang disediakan oleh wajib pajak adalah akurat dan sah. Ini membantu mencegah penggunaan identitas palsu atau informasi palsu lainnya untuk tujuan penipuan.
Penggunaan TAM dapat membawa manfaat besar bagi kedua belah pihak, baik bagi wajib pajak maupun otoritas pajak. Bagi wajib pajak, TAM dapat menyederhanakan proses perpajakan dan meningkatkan keterlibatan dalam memenuhi kewajiban pajak mereka. Sementara bagi otoritas pajak, TAM membantu meningkatkan pengawasan terhadap kepatuhan pajak dan memudahkan pengelolaan data dan informasi pajak secara efisien.
Dengan demikian diharapkan dengan adanya TAM memberikan alat yang kuat bagi otoritas pajak untuk mendeteksi, mencegah, dan menangani penipuan pajak dengan lebih efektif. Hal ini dapat membantu mengurangi risiko penipuan dan meningkatkan kepatuhan pajak secara keseluruhan.
Postingan Terbaru


